Tampilkan postingan dengan label Temen Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Temen Aku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

3 Pendekarwati

Diposting oleh Derek Saputri di 06.46 0 komentar

Di absen ya, dari kiri ke kanan, ada Niken, Nikken Derek, dan Nissa

Kali ini aku pengen nyeritain 3 pendekar cewek yang kece badai. Malam minggu kemarin aku ada kegiatan yang melibatkan Pramuka se-kabupaten Demak. Jumlah total pesertanya sekitar 70an nggak terlalu banyak memang karena tiap kecamatan hanya beberapa yang mewakili. Meskipun kegiatannya tidak sebesar Raimuna atau Lomba Lainnya, kegiatan ini tetap harus disiapkan secara matang. Dari materi, tempat, konsumsi, kegiatan, dan segala tetekbengeknya. Kami (panitia), biarpun tidak banyak jumlahnya berjibaku demi kesuksesan kegiatan ini.

Dari tadi nyebutnya kegiatan ini, kegiatan ini, sebenernya nama kegiatannya adalah Sidang Paripurna Cabang sekaligus peringatan Hari Baden Powell dan sosialisasi senam Pramuka yang baru ditambah dengan acara donor darah. Jumlah panitianya paling sekitar sepuluhan dengan komposisi 3 cewek dan sisanya cowok semua. Itulah sebabnya aku kasih judul postingan ini 3 Pendekarwati.

Istilah itu sengaja aku pilih, ya selain untuk pemantik semangat dan buat lucu-kucuan aja. Kita kenalan satu-satu ya.

Pendekarwati yang pertama, Niken Wahyu Novana. Biarpun namanya sama, nasibnya beda, tapi inshaa Allah sama bagusnya. Amiin. Dia mahasiswa semester akhir. Hobinya berburu dosen buat bimbingan. Targetnya wisuda bulan April. Bisa kebayang nggak sih, sibuknya dia? Kalau aku sih udah pernah ngalamin, udah tahu rasanya seperti apa. Meskipun demikian, dia tetep menyempatkan diri ikut dalam kegiatan. Tepuk tangan yang meriah banget lah buat dedek emesh yang satu ini.

Kedua, Annisa Hidayati. Personil paling muda. Masih SMA, tapi udah kelas XII. Jadwal lesnya udah kek minum obat, harus sehari tiga kali. Pas hari kegiatannya juga ngepasi jadwalnya dia Try Out. Hebatnya bisa ikut kegiatan. Beberapa kali izin sih balik kesekolahan ikut Tray Out, nggak apa-apalah sangat dimaklumi.

Terakhir, Nikken Derek. Seolah membanggakan diri sendiri ya? Hehehe, ya sudahlah. Yang satu dikerjar skripsi, satunya lagi dikejar UN, dan aku dikejar deadline pembuatan perangkat soal ujian. Lain kali aku jelasin tersendiri soal perangkat soal ujian. Sering curi-curi waktu buat bikin perangkat soal meskipun akhirnya nggak jadi karena nggak konsen.

Iya kami hanya bertiga, kami berusaha menyeimbangkan kepanitiaan yang mayoritas cowok dan mereka pendekar semua. Hehehehe, dengan penuh kerja keras dan pantang menyerah kami berhasil menyelesaikan kegiatan ini dengan sukses.

Nah, ada sebuah kebetulan yang unik nih diakhir-akhir kegiatan. Si Niken perutnya sakit, jadi nggak bisa ikut kegiatan pagi yang di Alun-alun. Setelah dipriksain ternyata kram perut, tapi di upacara penutupan dia masih bisa ikut. Lalu si Nissa, dia nggak bisa ikut sampai akhir acara tiba-tiba diare katanya. Dan aku, di upacara penutupan pas mau bacain laporan panitia sempet keliatan oleh mau jatuh dan itu bikin beberapa orang terutama yang tahu kalau kemarin aku sempet sakit jadi khawatir. Ditambah lagi suaraku yang lemes pas bacain laporan. Tapi sejujurnya aku nggak apa-apa. Hanya kurang tidur aja. 

Yah, begitulah perjalanan kami. 3 Pendekarwati yang kece dan selalu ceria. Biarpun sedikit tapi kami berusaha menyeimbangkan komposisi panitia yang didominasi para Pendekar yang nggak kalah kecenya. Lah, pokoknya kami semua pendekar lah.

Sabtu, 06 Februari 2016

Komunitas Jomblo di Sebuah Kondangan

Diposting oleh Derek Saputri di 05.14 0 komentar

Aku emang dateng bareng Jomblo, tapi nggak semua yang ada di foto itu jomblo.
Kondangan ato dateng ke acara nikahannya orang merupakan momok menakutkan bagi sebagian besar kaum jomblo. Aku nggak nuduh lho ya, tapi emang kenyataannya seperti itu kok. Hal yang paling ditakuti adalah pertanyaan “Kapan nyusul?” setelah itu terjadilah momen krik-krik, krik-krik.
Tapi itu semua nggak bakalan terjadi kalo kamu ngikutin tips-tips dari aku. Apa lagi kalo bukan “Tips Pergi Kondangan buat Jomblo” hal ini udah pernah aku bahas sih beberapa waktu yang lalu di salah satu postingan. Nah kali ini bakal aku ulas lagi.

Ceritanya, tadi sore aku dateng ke nikahan temen SMA. Kamu tau kan, aku jomblo? Jomblo yang rapuh, jomblo yang rentan galau, jomblo yang gampang baper. Biarpun demikian tidak menyurutkan niatku memenuhi undangan temenku itu. Aku ajak aja beberapa teman yang senasib dan seperjuangan. Sama-sama jomblo dan sama-sama masih berjuang untuk mendapatkan jodoh.

Banyak yang keuntungan yang bisa kita dapat ketika datang ke acara kondangan bersama dengan jomblo.

Satu. Kamu nggak akan minder dengan status sosialmu -Jomblo maksudnya. Karena kalian berada distrata yang sama. Sama-sama jomblo.

Dua. Kamu nggak perlu takut nggak punya temen ngobrol. Ngobrol dengan orang yang memiliki latar belakang yang sama –sama-sama jomblo tentunya akan terasa lebih mengasikkan. Karena diantara kalian sudah ada saling pengertian jadi nggak akan saling menanyakan “Kapan nyusul?” Kalaupun ada itu hanya menjadi sedaugurauan saja. Saat itulah kamu menyadari bahwa pertanyaan “Kapan nyusul?” tidak semenakutkan film Insidius yang ada hanyalah gelak tawa tanpa henti di komunitasmu.

Tiga. Kamu nggak perlu jaim yang berlebihan. Orang yang udah punya pasangan, cenderung jaim apalagi ketika berada di tempat umum. Selalu ingin terlihat seperti pasangan sempurna. Romantis, penuh cinta, dan....apa lagi ya? Ya pokoknya gitu deh, jadi tiap gerakan jangan sampai menimbulkan hal-hal yang memalukan. Kalau kamu dalam komunitas jomblo, nggak perlu kek begituan. Ngakak rame-rame, bolak-balik ambil makanan, foto selfie sama penganten, it's ok. 

Empat. Kamu nggak perlu takut terintimidasi dengan tamu lain yang sudah berpasangan. Kadang yang sudah berpasanganpun hidupnya juga belum tentu bahagia. Sama kan, kek hidup kamu. Kamu jomblo (aku juga sih) kadang sedih tapi ada kalanya bahagia. Nggak perlu iri sama orang yang udah punya pasangan, entah itu suami, istri, pacar, TTM, kakak-adikkan atau apapun itu. Dengan jomblo pun kamu tetap bisa bahagiakan?

Asal jangan sampe terlena akhirnya lupa nyari jodoh. Suatu saat kita bakal ketemu kok dengan jodohnya masing-masing. Jodoh udah ditentukan kok sejak lahir. Perihal kapan bertemunya itu soal waktu dan kejelian kita dalam melihat seseorang. Apakah dia jodohku atau bukan. Hehehehe.


Yang ini sahabatku. Dia nitip promo, entah apa yang dipromoin. Batiknya kali, barik khas Demak lho itu. Baguskan?

Dia masih jomblo sama kek aku. Beberapa orang bilang, kok kalian nggak jadian sih? kan sama-sama jomblo, udah deket juga.

Hahaha, iya juga ya? tapi sejauh ini dia masih asik dijadiin sahabat buat diajak bikin onar di acara kawinan orang.

Dan, acara-acara lainnya. Hehehehehhehe

Met malam minggu gaes!!!

Sabtu, 05 Desember 2015

Ulang Tahun

Diposting oleh Derek Saputri di 06.17 0 komentar

Gini nih, kalo ulang tahun ketahuan sama temen. Yay!!

Yay!!, malam minggu lagi. Ketemu kamu lagi mblo. Ngapain malam ini? Salat istisqa lagi? Dari pada galau-galau dan baper mikirin ngeliat orang pacaran mending baca blogku aja. Meskipun aku nggak jamin sih bisa mengurangi intensitas kegalauan maupun kebaperan kamu. Yesss???

Malam ini aku pengen cerita mengenai ulang tahun, secara bentar lagi aku juga ulang tahun. Ehem! #Kode. Heheheh. Kita semua setujulah ulang tahun merupakan momen istimewa untuk setiap orang. Jadi pengen banget hari itu menjadi hari special buat kita. Pas, masih kecil ulang tahun itu membahagiakan banget kan ya? Temen-temen diundang ke rumah, dinyanyiin lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, potong kue, ada permainan-permaian seneng deh pokoknya. Dan yang peling penting dapet kado banyak. Waaaaaa!!!!

Semakin dewasa, kebiasaan tadi mulai berubah. Masak iya sih kalo udah duapuluhan masih pengen kek gitu? Kecuali artis yang di tipi-tipi. Terserah deh mereka mau ngapain kehidupannya beda sama kita. Mereka ulang tahun, jam 12 malam dikasih kejutan, dibangunin, dibawain kue, dibawain infotaimen juga sih biar satu Indonesia tahu. Kadang yang aku sering ngrasa aneh, tengah malem posisi habis dibangunin mereka udah pake bulu mata, dandan, cantik. Bayangin kita kalo yang ada diposisi itu, rambut berantakan, kusut, muka berminyak, syukur kalo nggak ada bekas iler. Hahahaha! dan sepertinya nggak cocok deh buat aku jadi besok nggak usah ngasih surprice yang kek gini ya, aku serem kalo bangun tidur hehehehe nggak sip kalo difoto. Lagian, siapa juga yang mau ngasih surprice buat aku. Ahhh, sudahlah.

Selain kejutan atau surprice tadi, ada sih suatu kebiasaan yang dilakuin anak muda jaman sekarang kalo temennya lagi ulang tahun. Sumpah kebiasaaan ini mengerikan apalagi kalau kamu masih SMA. Jaman aku SMA sampai kuliah, kalo mendekati ulang tahun aku diem. Seolah-olah nggak ada apa-apa. Soalnya kalo mereka tahu habisdeh aku. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya kali ya. Jadi gini ada beberapa kebiasaan yang dilakukan anak muda jaman sekarang untuk merayakan pertambahan umur sahabatnya.

Yang pertama, dikerjain. Biasanya dalam sehari kamu bakal didiemin. Trus, kamu bakal dicari kesalahan-kesalahanmu. Sekecil apapun itu bakal digedhe-gedhein. Lebay deh pokoknya. Tujuannya adalah supaya kamu kepancing dan ikutan marah mereka bakal tambah seneng dan merasa sukses ketika kamu sampai nangis. Nangis darah aja sekalian biar dramatis.

Kedua, disiram. Syukur kalo cuma disiram air. Kalo temen kamu isengnya tingkat dewa kamu bisa aja diiket di pohon diguyur air bekas cuci piring atao bahkan air comberan. Jahat kan?
Ketiga, diceplok telur. Ini bukan berarti kamu dibikinin telur mata sapi ya, tapi telur ayam yang masih mentah sengaja dipecahkan di kepala kamu. Beruntunglah kalo yang dipake bukan telur busuk karena baunya lebih menusuk dan lebih susah ngilanginnya.

Keempat, diguyur tepung. Nggak puas dengan air comberan yang item, telur yang bikin amis dan lengket rambut, semakin istimewa dengan baluran tepung terigu. Yess? Yess banget!!!

Ini kenampakan setelah melalui tahap yang keempat. udah nggak berbentuk ya?
Terakhir, kelima minta traktir. Udah dikerjain, dibikin kotor, bau, sampe nggak berbentuk masih aja ditodong buat makan-makan. Oh oh oh….

Bagi mereka sang pelaku ini sangat menyenangkan tapi bagi korban ini merupakan suatu kejahatan dalam pertemanan namun disisi lain juga sangat dirindukan. Percaya ato nggak meskipun pedih, malu, dan sebel tapi itu susah untuk dilupakan.
Jadi kalo kamu digituin sama temen, nggak usah marah, itu adalah salah satu wujud rasa sayangnya temen kamu jadi dinikmati aja, yess? Yess dong!!!

Sabtu, 06 Desember 2014

The Meaning of 24

Diposting oleh Derek Saputri di 07.58 0 komentar
Good night every one???? What’s up!!!
Gimana mas bro, mbak bro? apik-apik wae tow? *senyum lebar tanpa dosa
Apik-apik gundhulmu iku? Ning endi wae, blog ora tahu diurusi. Nganti akeh sawangen!!!
Ok, ok mas bro mbak bro. Sabar, sabar, tenang aku ngaku salah ncen wingi rada sibuk wae dadi ora sempet nyorat-nyoret blogku iki. Yah, aku paham kali dikau-dikau sudah terlalu merindukan saya jadi merasa kehilangan jika tak ada tulisanku yang terbaru. Ok, ok saya paham. Hihihihihi *padahal ora blas
Yap, as you know… Saiki, malem minggu kaya biasane apa meneh tow gaweyanku yen ora menyapa kamu-kamu semua. Membawa cerita yang selalu baru, up to date tentang segala apa yang aku alami selama seminggu ini. Nah, berhubung sudah terlalu lama nggak nulis berarti bakal banyak nih yang pengen aku share ke kamuuuuu…….
Ummmmm, okkkayyyy….. this is it “Malam Minggu Nikken-episode the meaning of 24”
Yups, hari ini 6 Desember 2014. Itu artinya besok adalah hari ulang tahunku yang…. Yang… ok ok yang ke 24 tahun. Hahahaha, udah tua ya??? Tapi menurutku masih muda belia. Yang seumuran harusnya elu setuju!!!
Yesss, any way,,, malam ini sambil nonton film Ada Apa dengan Cinta yang ditayangin di TV aku mencoba untuk mencari makna dari usiaku yang ke 24 ini. Kenape lu? Kagak ada pacar yang nemenin elu nungguin pergantian usia, makanya buat tulisan yang kagak jelas gini. Ihhhhh, nggak gitu juga kali yaaa, cuman pengen merenung, mengevaluasi, serta memaknai aja perjalanan hidupku. Bukankah orang hebat itu orang yang belajar dari kesalahannya? Hihihi *alibi
Yang aku rasain sih, ada banyak banget perubahan yang aku alami selama setahun ini. Dari yang awalnya pengangguran sekarang Alhamdulillah sudah punya pekerjaan tetap, ya meskipun tetep harus berjuang keras untuk bisa jajan lebih. Dari awalnya yang sukanya berantakan kamarnya sekarang emmmmm, masih berantakan juga…hehehe yang ini agak sulit berubahnya. Dari yang dulunya habis subuh tidur lagi sekarang langsung mandi dan berangkat sekolah. Dari yang dulunya sering dibikin stress sama anak-anak sekarang gantian jadi aku yang bikin anak-anak jadi stress *ehh!!!
Yang jelas banyak berubah lah. Harapannya sih jadi lebih baik, lebih dewasa, dan lebih bijaksana. Meskipun aku sadar aku masih jauh dari ketiga criteria tersebut. Aku belum baik-baik banget, masih seperti anak-anak, dan sepertinya untuk bijaksana sama sekali belum masuk kategori.
Kadang yang aku pikirin, sebetulnya dewasa yang gimana sih? Yang seperti apa? Sepakat deh kalo dewasa itu bukan berapa banyak umur kita tapi lebih pada pola pikir. Kalau remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa itu ada beberapa proses yang dilalui, salah satunya adalah reduplikasi atau meniru. Yang ditiru bisa idolanya, orang tua atau siapapun yang menurutnya baik untuk ditiru. Masa-masa itu adalah masa pencarian jati diri makanya sering meniru dengan maksud mencari mana yang cocok untuk dirinya.
Nah, kalau dewasa?
Suatu ketika, ada seorang cewek cantik, feminim, tutur katanya halus, baik, lelah lembut, bahasanya juga bagus,  Pasti deh dia dibilang dewasa banget. Sedangkan cewek yang nggak terlalu cantik, penampilan juga asal-asalan, kata-katanya asal nyeplos, selalu dicap sebagai abege labil. *Aku banget
 Woy!!!! Bukankah dewasa adalah saat kita tidak berusaha menjadi orang lain. Dewasa itu kata sifat, yang artinya kedewasaan seseorang nilainya relatif. Bergantung dari kacamata mana kita menilainya. Selama ini kita sering terjebak dalam indicator-indikator kedewasaan menurut khalayak umum, yang tak jarang malah menjadikan kita jadi orang lain. Tak bisa menjadi diri sendiri.
So, mulai saat ini jadilah dirimu sendiri. Tapi diri sendiri yang berkualitas. Bukan diri sendiri yang apa adanya. Maksudnya begini, misal saat ini kamu adalah orang yang malas dan selalu berantakan kamu nggak mau berubah dengan dalih “Kan jadi diri sendiri” kalau kamu udah positif sih nggak masalah. Namun, kalau kasusnya seperti ini kamu harus berubah. Ingat jadilah diri sendiri yang berkualitas.
Hihihihi…. Ngomongin apa sih aku malam ini? Wong rencana pengen mengartikan makna 24 tahun malah sampai sini. Oke deh, taka pa yang penting panjenengan sedaya sampun maos nganti pungkasan. Kula pun bungah sanget. :)
Okkkeee!!!!! Pareeenggggg!!!!

Sabtu, 23 Agustus 2014

Gara-gara Dodit Mulyanto

Diposting oleh Derek Saputri di 06.11 0 komentar

Gila!!! Murid-muridku semua penggemar Dodit Mulyanto!!! Tttooooolllooooongg!!!!

Hosh, hosh, hosh!!!! ternyata mimpi buruk. 
Kamu pasti udah tahu lah, siapa itu Dodit Mulyanto. Iya, Dodit! Orang biasa yang sekarang jadi terkenal gara-gara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4. Orang Jawa tulen yang tetap memegang teguh budaya Eropa. Haduhhhh, mama sayangeeeee??? dari mana juntrungannya Kakang Prabu.

Rasanya enggak usah terlalu banyak aku mendiskripsikan beliau. Kamu pasti juga udah paham betul siapa dia. Malam ini yang pengen aku ceritain adalah Murid-muridku. Iya, sama halnya Dodit aku juga seorang Guru. Kalau Dodit ngajar Seni Musik, meskipun lulusan geografi, sedangkan aku mengajar bahasa Jawa. Tahun ajaran ini adalah tahun pertamaku mengajar. Masih kagok sana-sini, masih butuh banyak belajar, dan tentu saja butuh formula khusus untuk menghadapi siswa-siswi yang istimewa.

Suatu ketika, pertama kali aku masuk kelas 9. Jenjang paling tinggi di Sekolah Menengah. Pas aku masuk kelas... NGEEEEKKKK!!!! Pintu kelasnya berdecit. Hening. Persis film horor. Entah hanya perasaanku saja atau memang beneran terjadi, semua mata tertuju padaku, mengikuti langkahku. Tak mau kalah akupun membalas tatapan itu sambil terus berjalan menuju bangku guru. "Tap, tap, tap,...." suara sepatuku mengetuk lantai. Dan...... "Gloooodaaaakkk!!!!, Adhuuuuhhhhh" aku jatuh kesandung kaki meja. Yah seperti yang bisa kamu duga, jatuhnya diriku langsung disambut dengan tawa kemenangan. Hemmmmm..... :/

Ok, deh tapi nggak berhenti disitu aja. Banyak keanehan-keanehan di kelasku siang itu. Ternyata sebagian besar dari mereka suka menirukan gayanya Dodit Mulyanto dalam ber-standup. Bahkan mereka hapal dengan materi-materi yang dibawakan dalam setiap episodenya. Waw, ternyata mereka tak jauh beda dari aku. Hehehe, jujur aku ngikutin SUCI 4, Dodit juga salah satu Comic favorit aku. Ya, guru dan murid menyukai hal yang sama.

Awalnya semua berjalan dengan lancar, sampai ketika terjadi interaksi. Aku memeritahkan seorang dari mereka untuk membaca,
"Iya, kamu mas baca paragraf 1"
dengan muka polosnya dia balik bertanya "Ha? Saya bu?"
aku diam, masih belum mengerti, sampai semuanya kompak mengatakan "IYAAA KAMUUU!!!"
Aduuuuhhh mamah sayanggggeeeee heeee!!!!
tepok jidad deh, itu nggak sekali dua kali terjadi, tapi seriiiingggg... Dasar nie anak udah jadi korbannya Dodit.
Udah kehabisan akal nih, akhirnya aku perintahkan aja mereka ngerjain soal latihan.
"Ya udah, itu bacaannya dibaca sampe habis, trus soal-soal di bawahnya dikerjain di buku tugas!!"
kamu tahu apa balasan mereka?
"Apa?? ibu yang bikin soal aku yang harus ngerjain???"
Eeeeetttttdddaaaahhhh!!!! Ampun DJ!!!! dalam situasi ini pengen banget pura-pura pingsan dan bangun-bangun udah amnesia. 

Kompor Gas!!!!
 

Malam Minggu Nikken Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates