Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2016

3 Pendekarwati

Diposting oleh Derek Saputri di 06.46 0 komentar

Di absen ya, dari kiri ke kanan, ada Niken, Nikken Derek, dan Nissa

Kali ini aku pengen nyeritain 3 pendekar cewek yang kece badai. Malam minggu kemarin aku ada kegiatan yang melibatkan Pramuka se-kabupaten Demak. Jumlah total pesertanya sekitar 70an nggak terlalu banyak memang karena tiap kecamatan hanya beberapa yang mewakili. Meskipun kegiatannya tidak sebesar Raimuna atau Lomba Lainnya, kegiatan ini tetap harus disiapkan secara matang. Dari materi, tempat, konsumsi, kegiatan, dan segala tetekbengeknya. Kami (panitia), biarpun tidak banyak jumlahnya berjibaku demi kesuksesan kegiatan ini.

Dari tadi nyebutnya kegiatan ini, kegiatan ini, sebenernya nama kegiatannya adalah Sidang Paripurna Cabang sekaligus peringatan Hari Baden Powell dan sosialisasi senam Pramuka yang baru ditambah dengan acara donor darah. Jumlah panitianya paling sekitar sepuluhan dengan komposisi 3 cewek dan sisanya cowok semua. Itulah sebabnya aku kasih judul postingan ini 3 Pendekarwati.

Istilah itu sengaja aku pilih, ya selain untuk pemantik semangat dan buat lucu-kucuan aja. Kita kenalan satu-satu ya.

Pendekarwati yang pertama, Niken Wahyu Novana. Biarpun namanya sama, nasibnya beda, tapi inshaa Allah sama bagusnya. Amiin. Dia mahasiswa semester akhir. Hobinya berburu dosen buat bimbingan. Targetnya wisuda bulan April. Bisa kebayang nggak sih, sibuknya dia? Kalau aku sih udah pernah ngalamin, udah tahu rasanya seperti apa. Meskipun demikian, dia tetep menyempatkan diri ikut dalam kegiatan. Tepuk tangan yang meriah banget lah buat dedek emesh yang satu ini.

Kedua, Annisa Hidayati. Personil paling muda. Masih SMA, tapi udah kelas XII. Jadwal lesnya udah kek minum obat, harus sehari tiga kali. Pas hari kegiatannya juga ngepasi jadwalnya dia Try Out. Hebatnya bisa ikut kegiatan. Beberapa kali izin sih balik kesekolahan ikut Tray Out, nggak apa-apalah sangat dimaklumi.

Terakhir, Nikken Derek. Seolah membanggakan diri sendiri ya? Hehehe, ya sudahlah. Yang satu dikerjar skripsi, satunya lagi dikejar UN, dan aku dikejar deadline pembuatan perangkat soal ujian. Lain kali aku jelasin tersendiri soal perangkat soal ujian. Sering curi-curi waktu buat bikin perangkat soal meskipun akhirnya nggak jadi karena nggak konsen.

Iya kami hanya bertiga, kami berusaha menyeimbangkan kepanitiaan yang mayoritas cowok dan mereka pendekar semua. Hehehehe, dengan penuh kerja keras dan pantang menyerah kami berhasil menyelesaikan kegiatan ini dengan sukses.

Nah, ada sebuah kebetulan yang unik nih diakhir-akhir kegiatan. Si Niken perutnya sakit, jadi nggak bisa ikut kegiatan pagi yang di Alun-alun. Setelah dipriksain ternyata kram perut, tapi di upacara penutupan dia masih bisa ikut. Lalu si Nissa, dia nggak bisa ikut sampai akhir acara tiba-tiba diare katanya. Dan aku, di upacara penutupan pas mau bacain laporan panitia sempet keliatan oleh mau jatuh dan itu bikin beberapa orang terutama yang tahu kalau kemarin aku sempet sakit jadi khawatir. Ditambah lagi suaraku yang lemes pas bacain laporan. Tapi sejujurnya aku nggak apa-apa. Hanya kurang tidur aja. 

Yah, begitulah perjalanan kami. 3 Pendekarwati yang kece dan selalu ceria. Biarpun sedikit tapi kami berusaha menyeimbangkan komposisi panitia yang didominasi para Pendekar yang nggak kalah kecenya. Lah, pokoknya kami semua pendekar lah.

Jumat, 12 Februari 2016

Sekilas Tentang Talak Tiga

Diposting oleh Derek Saputri di 20.04 0 komentar
Beberapa waktu yang lalu dan baru bisa diceritakan
Aku bukan pengamat film. Aku juga bukan ahli dalam perfilman juga. Aku hanya sebatas orang awam yang kebetulan suka menonton film. Meskipun nggak sering-sering amat sih nonton film. Maklumlah, perlu puasa dulu, setidaknya 2 atau 3 hari supaya uang jajan ngumpul dan bisa beli tiket bioskop. 

Ini ceritanya minggu kemarin. Aku bareng adik tingkat kuliah nonton film banget. Ada banyak film yang baru tayang minggu kemarin. Namun, kami putuskan untuk menonton film "Talak Tiga". Film yang dibintangi oleh artis top sekaliber Laudya Cyntia Bella sebagai Risa, Vino G. Bastian sebagai Bagas dan Reza Rahardian sebagai Bimo.

Sebetulnya aku udah nonton triller film ini sebulan sebelumnya, pas mau nonton film single. Dalam hati aku berkata, film ini bagus harus aku tonton. Dan Voilla!!! terwujud. Meskipun dengan perjuangan yang nggak bisa dianggap ringan. Harus hujan-hujanan, nabung uang saku, dan nungguin temen yang lumayan lama. Namun semua terbayarkan dengan kepuasan yang disajikan oleh Hanung Bramantyo dengan film garapannya "Talak Tiga"

Film ini mengisahkan sepasang suami istri, Bagas dan Risa yang telah bercerai. Berarti sekarang namanya manta pasutri kali ya. Hehehehe Masalah muncul ketika rumah kredit bersama mereka terancam akan disita oleh bank. Akhirnya mereka harus memutar otak untuk saling menyelamatkan. Wedding Expo adalah satu-satunya proyek yang dapat menyelamatkan mereka namun syaratnya mereka berdua harus menikah lagi. 

Sayangnya, ketika proses perceraian yang dulu Bagas telah menjatuhkan talak tiga ke Risa sehingga as you know untuk kembali rujuk Risa harus menikah kembali dengan orang lain dan diceraikan kembali. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk mengakali aturan tersebut. Dari membayar petugas KUA, membuat identitas baru dan mencarikan suami kontrak untuk Risa. Namun semua gagal. 

Bimo, sahabat sejak kecilnya Risa mau membantu. Itupun setelah dipaksa sedemikian rupa. Konflik mulai muncul ketika sebuah fakta terungkap, bahwa Bimo juga mencintai Risa jauh sebelum Risa mengenal Bagas. Besarnya rasa sayang itulah yang menjadikan Bimo rela dijadikan suami kontrak untuk Risa, sehingga Risa dan Bagas bisa bersatu kembali. Bagas mengetahui hal tersebut, kondisi menjadi sangat runyam dan rencana rujuk menjadi gagal total.

Lalu, lalu, lalu......
Emmmm, kayaknya aku bisa dilempar sepatu nih sama pemainnya. Terlalu banyak membocorkan cerita. Mending kamu nonton sendiri aja deh kelanjutannya di bioskop mumpung masih tayang sekarang. Di jamin deh kamu nggak akan nyesel nontonnya. 

Pesan yang ingin disampaikan emang rada berat sih, "Talak Tiga" namun pengemasannya yang ringan dengan sajian komedi yang segar pesan tersebut berhasil tersampaikan dengan ringan dan mudah diterima.

Kehadiran Dodit Mulyanto sebagai Penghulu super jujur pun, menjadi daya tarik tersendiri di tambah lagi dengan puluhan supir "Nggojek" hahaha, gojek versi Jogja menambah semarak dan keunikan film Talak Tiga ini.

So, buat kamu buaruan tu sambangin bioskop terdekat. Mumpung malam minggu nih, tenang kamu nggak akan ditanyain "Single mas/mbak?" sama penjual tiketnya. Karena ini bukan film Single lagi tapi "Talak Tiga"

Jumat, 29 Januari 2016

Nikken Kapan Nikah?

Diposting oleh Derek Saputri di 20.37 0 komentar
Waktu itu  di sebuah pelatihan, aku lagi serius-seriusnya merhatiin materi tiba-tiba ada bbm masuk.

“Ken, kamu nikah kapan?”
Whaaattt!!!! Apa-apaan ini? Nggak ada angin nggak ada hujan matahari bersinar cerah simpang lima juga masih di semarang. Kenapa kamu tiba-tiba nanya aku kapan nikah? Sebelumnya ngobrol juga nggak.

Heran deh, semakin kesini pertanyaan-pertanyaan semacam itu semakin nggak mandang konteks. Hellllooowwww!!! Sis! Bro! gue lagi pelatihan! Bukan ikut seminar kelas cinta, tapi pelatihan pembuatan media pembelajaran. Apa hubungannya sama gue nikah kapan.

Kecuali, kalau kamu nggak sengaja ketemu aku di sebuah kondangan, nah kalau pas itu kamu nanya “Kalau Nikken kapan nih nyusul?” meskipun tetep nyesek sih cuman konteksnya tepat, suasana juga mendukung.

Nah, loh!!! Pas pelatihan, pemateri lagi nerangin sesuatu dan aku juga lagi serius-seriusnya tuh merhatiin, tiba-tiba bbm masuk kamu nanya aku kapan nikah. Aku harus jawab apa? Misal aku jawab “Wah, belum tahu” atau “Belum tahu jodohnya nih” apa terus kamu bakal ngasih solusi? Tiba-tiba kamu bawain aku jodoh gitu? Belum tentu kan?

Teman, please tolong jangan pecah konsentrasiku dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum tentu aku bisa jawab. Lagian pertanyaan seperti itu lebih sering membuat aku baper dan galau, ujung-ujungnya mandheg dalam berkarya. Pikiran jadi kacau, ide nggak mau keluar, karya? Jangan ditanya, pastilah tersendat.

Ok, ok…. Aku bukannya nggak mikirin soal pernikahan. Aku mikir, bahkan sangat memikirkannya. Jungkir balik aku mikirin itu. Apa mau dikata kalau jodohnya belum ketemu? Apa aku harus pergi ke tempat ramai terus merhatiin satu-persatu cowok di sana, kalau ada yang cakep dan sekiranya cocok langsung aku Tanya “mau nikah sama aku nggak?” gitu?

Enggak kan????

Sekarang aku dalam posisi menunggu. Menunggu dipertemukan sama jodohku. Dalam masa penantian ini, aku nggak mau terjebak di lingkaran galau dan baper yang nggak berkesudahan itu. Aku memilih untuk membuat karya, apapun itu. Sekuat tenaga aku mengesampingkan kegalauan dan kebaperanku akan pertanyaan kapan aku nikah, demi menciptakan karya-karya yang dapat menjadikanku menjadi manusia yang lebih baik, (nah lo, panjang banget kan) berguna dan menghasilkan tentunya. Yahhh, lumayan lah bisa nambah-nambahin modal nikah.

Sampai pada akhirnya ketika waktunya tiba, aku dipertemukan dengan jodohku. Di saat itulah aku sudah siap, siap yang sesiap-siapnya. Jadi, selama aku masih dalam posisi menunggu, tolong dukung aku, semangati aku, supaya aku dapat berkarya, dapat meraih impian-impian yang belum terwujud.

Mulai sekarang stop ya nanya “Nikken kapan nikah?” Ini nggak hanya buat aku, tapi juga untuk semua orang yang setia berjuang dalam proses penantian seperti aku. Mari saling mendoakan, untuk kebaikan aku, kamu dan semuanya. Semoga hidup kita selalu menyenangkan dan penuh keberkahan. Amiin.

Malam minggu yang menyenangkan bukan, meskipun aku hanya tidur tengkurap sambil mainan laptop. Iya kan?

Jumat, 22 Januari 2016

Mantan (Part 1)

Diposting oleh Derek Saputri di 19.17 0 komentar
Foto lama ini, dua tahun yang lalu
Udah beberapa minggu ini aku absen nulis, dan absen ngumenyapa kamu di malam minggu. Gimana, udah kangen belum? hehehehe, maaf beribu maaf yeeeee beberapa minggu yang lalu ada masalah dalam kepemilikan kuota jadi kagak bisa posting apapun.

Sebenernya aku bingung mau cerita apa malam ini. Mau bahas Bom Sarinah ehhh malah polisi ganteng yang jadi sorotan. Giliran pengen bahas polisi ganteng, sana-sini udah banyak yang bahas. Latar belakangnya lah, harga tasnya, sepatunya, gayanya, dan lain sebagainya. Kalah cepet kan aku. Sampai pada akhirnya, dalam puncak kebingungan memilih tema yang harus diceritakan aku putuskan untuk menceritakan MANTAN.

Kamu punya mantan?

Biarpun aku jomblo yang cenderung ngenes, aku juga pernah punya pacar. Ada beberapa sih, cuma 5 dan nggak berencana buat nambah lagi. Mantan mah, bikin sakit. Sakit hati, pikiran, jiwa, raga dan sebagainya. Ya meskipun nggak semuanya sih...
Pertama kali pacaran tahun 2011, udah kuliah semester 5. Pacar pertamaku dia lebih muda, seumuran adikku. Sebut saja dia Jono, nama aslinya lebih kuno daripada itu. Kami mulai dekat dari tahun 2010 waktu itu dia masih SMA. Biarpun SMA dia tergolong cowok yang handal dalam menggaet target. Telaten banget waktu pedekate.

Awalnya, aku nggak terlalu respon sama Jono, secara dia lebih muda seangkatan sama adekku pula. Bapak juga nggak suka, alasannya sama. Lebih muda. "Cah SMA diurusi!" begitu kata bapak pas dia pertama kali maen ke rumah. It's mean lampu merah. Jangan dilanjut. Tapi kalao aku pribadi agak terkesan sih, soalnya kami beda kota butuh perjuangan untuk sampai di rumahku.

Tiap pagi dia selalu menyapa dengan smsnya, entah itu ucapan selamat pagi atau sekadar menanyakan "udah bangun belum, jangan lupa salat"tanggapanku sih seadanya paling aku jawab iya, atau udah, atau malah nggak dijawab. Nggak punya pulsa soale. Untuk catatan ya, saat itu belum ada android maupun BBM jadi masih pake hp polyponic heheheh, kalaupun udah ada aku belum mampu beli kaliya. 

Lanjut. Selain sapaan dipagi hari hampir tiap jam ada aja sms dari Jono. Saat itu aku sempet heran ini orang sms mulu di sekolahnya nggak ada gurunya kali ya, atau gimana? isi smsnya standar paling tanya udah makan belum, atau lagi apa. Itu-itu doang dan selalu aku jawab meskipun dengan jawaban seadanya. Pagi, siang, sore sampe malem sms mulu, sampai suatu ketika aku jadi terbiasa dan ngrasa kehilangan kalau nggak ada sms dari Jono. Di sinilah dia udah mulai berhasil mengambil hati.

Beberapa kawan sudah memperingatkan aku kalau dia nggak baik buat aku, pacarnya banyaklah, sukanya ginilah, gitulah dan yang paling parah ada seseorang yang bilang di kamar kosnya ada daftar nama cewek yang dia suka dan itu dideketin satu-persatu, kalau gagal dicoret kemudian lanjut ke nomor berikutnya. Aku sempet nggak percaya sih. Apa iya sih Jono irang yang seperti itu? Kalaupun iya, itukan dulu dan tiap orang bisa berubah kan? 

Akupun tetep deket sama dia, deket, deket, deket, sampai pada akhirnya dia nembak. Itu posisinya dia udah lulus SMA dan udah kerja kayane, maka berani nembak orang yang notabene lebih tua dan seorang mahasiswa. Dia melancarkan aksinya itu, nembak maksudnya ya, hehehehe di pantai. Pasir putih, langit biru, laut juga biru, alunan gamelan (pas itu nggak tahu kek ada pertunjukkan wayang tapi sederhana) dia mengutarakan isi hatinya. Yah, singkat cerita aku mengiyakan. Jadi deh. 

Namun sejak itu.....
aku pernah baca sebuah quote "Nelayan tak akan memberi umpan kepada ikan yang udah berhasil ditangkap" iya dia mulai berubah. Bahkan sehari setelah di pantai. intensitas smsnya berkurang. Jadi aku yang lebih sering sms duluan dan dibalas dengan seadanya. Lalu sampai suatu ketika ada seorang cewek yang inbox aku via fb.

Dia, pacarnya Jono. Kami ngobrol panjang lebar, sampai pada kesimpulan aku seorang selingkuhan. Hisssss, kasar banget. Aku nggak tahu itu semua. Aku bingung, dan yang aku bisa cuma minta maaf ke mbaknya yang ngechat itu. Sejak saat itu aku nggak pernah sms maupun telpon Jono. Cukup. 

Iya, cukup. cukup juga untuk ceritanya. Biarpun menyakitkan, akupun berterimakasih kepada Jono karena berkat dirinya aku bisa belajar supaya tidak terlalu mudah luluh dengan ketelatenan seorang cowok dalam pedekate sebelum kita tahu bahwa dia adalah orang yang baik. Selain itu mendengar saran dari teman itu juga perlu apalagi kalau temanmu itu udah tahu latar belakang si cowok yang mendekati kamu. Dan yang terakhir pastikan dia single sebelum kamu memutuskan suka sama dia atau nggak.

Itu, semoga bermanfaat ya. ini pengalaman pahit tapi banyak pelajaran dari situ. Sekali lagi terimakasih kepada Saudara Jono sudah memberi pembelajaran yang begitu berarti. Untuk informasi, kami masih berhubungan baik, sebagai teman lama.

Sabtu, 05 Desember 2015

Ulang Tahun

Diposting oleh Derek Saputri di 06.17 0 komentar

Gini nih, kalo ulang tahun ketahuan sama temen. Yay!!

Yay!!, malam minggu lagi. Ketemu kamu lagi mblo. Ngapain malam ini? Salat istisqa lagi? Dari pada galau-galau dan baper mikirin ngeliat orang pacaran mending baca blogku aja. Meskipun aku nggak jamin sih bisa mengurangi intensitas kegalauan maupun kebaperan kamu. Yesss???

Malam ini aku pengen cerita mengenai ulang tahun, secara bentar lagi aku juga ulang tahun. Ehem! #Kode. Heheheh. Kita semua setujulah ulang tahun merupakan momen istimewa untuk setiap orang. Jadi pengen banget hari itu menjadi hari special buat kita. Pas, masih kecil ulang tahun itu membahagiakan banget kan ya? Temen-temen diundang ke rumah, dinyanyiin lagu selamat ulang tahun, tiup lilin, potong kue, ada permainan-permaian seneng deh pokoknya. Dan yang peling penting dapet kado banyak. Waaaaaa!!!!

Semakin dewasa, kebiasaan tadi mulai berubah. Masak iya sih kalo udah duapuluhan masih pengen kek gitu? Kecuali artis yang di tipi-tipi. Terserah deh mereka mau ngapain kehidupannya beda sama kita. Mereka ulang tahun, jam 12 malam dikasih kejutan, dibangunin, dibawain kue, dibawain infotaimen juga sih biar satu Indonesia tahu. Kadang yang aku sering ngrasa aneh, tengah malem posisi habis dibangunin mereka udah pake bulu mata, dandan, cantik. Bayangin kita kalo yang ada diposisi itu, rambut berantakan, kusut, muka berminyak, syukur kalo nggak ada bekas iler. Hahahaha! dan sepertinya nggak cocok deh buat aku jadi besok nggak usah ngasih surprice yang kek gini ya, aku serem kalo bangun tidur hehehehe nggak sip kalo difoto. Lagian, siapa juga yang mau ngasih surprice buat aku. Ahhh, sudahlah.

Selain kejutan atau surprice tadi, ada sih suatu kebiasaan yang dilakuin anak muda jaman sekarang kalo temennya lagi ulang tahun. Sumpah kebiasaaan ini mengerikan apalagi kalau kamu masih SMA. Jaman aku SMA sampai kuliah, kalo mendekati ulang tahun aku diem. Seolah-olah nggak ada apa-apa. Soalnya kalo mereka tahu habisdeh aku. Mungkin kamu juga pernah mengalaminya kali ya. Jadi gini ada beberapa kebiasaan yang dilakukan anak muda jaman sekarang untuk merayakan pertambahan umur sahabatnya.

Yang pertama, dikerjain. Biasanya dalam sehari kamu bakal didiemin. Trus, kamu bakal dicari kesalahan-kesalahanmu. Sekecil apapun itu bakal digedhe-gedhein. Lebay deh pokoknya. Tujuannya adalah supaya kamu kepancing dan ikutan marah mereka bakal tambah seneng dan merasa sukses ketika kamu sampai nangis. Nangis darah aja sekalian biar dramatis.

Kedua, disiram. Syukur kalo cuma disiram air. Kalo temen kamu isengnya tingkat dewa kamu bisa aja diiket di pohon diguyur air bekas cuci piring atao bahkan air comberan. Jahat kan?
Ketiga, diceplok telur. Ini bukan berarti kamu dibikinin telur mata sapi ya, tapi telur ayam yang masih mentah sengaja dipecahkan di kepala kamu. Beruntunglah kalo yang dipake bukan telur busuk karena baunya lebih menusuk dan lebih susah ngilanginnya.

Keempat, diguyur tepung. Nggak puas dengan air comberan yang item, telur yang bikin amis dan lengket rambut, semakin istimewa dengan baluran tepung terigu. Yess? Yess banget!!!

Ini kenampakan setelah melalui tahap yang keempat. udah nggak berbentuk ya?
Terakhir, kelima minta traktir. Udah dikerjain, dibikin kotor, bau, sampe nggak berbentuk masih aja ditodong buat makan-makan. Oh oh oh….

Bagi mereka sang pelaku ini sangat menyenangkan tapi bagi korban ini merupakan suatu kejahatan dalam pertemanan namun disisi lain juga sangat dirindukan. Percaya ato nggak meskipun pedih, malu, dan sebel tapi itu susah untuk dilupakan.
Jadi kalo kamu digituin sama temen, nggak usah marah, itu adalah salah satu wujud rasa sayangnya temen kamu jadi dinikmati aja, yess? Yess dong!!!

Sabtu, 14 November 2015

Upacara Bendera

Diposting oleh Derek Saputri di 05.35 0 komentar

Ini adalah foto pas kelas XII sebelum mengikuti upacara bendera yang terakhir sebagai anak SMA
Bendera dibentangkan, petugas berteriak “Bendera Siap!” yang kemudian disambut dengan aba-aba penghormatan dari pemimpin upacara “Kepada Bendera Merah Putih, HORRRMMAAATTT GRAAAAKKK!!!” lagu kebangsaan mengalun sang Dwi Warna naik perlahan dengan anggunnya disaksikan oleh seluruh peserta upacara yang hidmad memberi penghormatan. 
 
Sumpah deh aku kangen banget sama upacara bendera. Bagi kebanyakan anak sekolah upacara dianggap sebagai rutinitas yang membosankan. Harus berdiri, menahan panas matahari, harus berpakaian lengkap lagi. Lupa bawa topi? dihukum. Sepatu nggak hitam? juga dihukum. Dasinya ketinggalan? Apa lagi? pasti dihukumlah. Guling-guling di lapangan tanpa alasan sambil teriak-teriak? Upacara bubar, disangkanya kamu kesurupan. Hahahaha.

Sebeneranya sih, aku nggak jauh beda sama anak sekolah pada umumnya. Yang namanya harus berdiri di lapangan, kepanasan dan harus anteng, bosen juga kali ya… tapi asal kamu tahu, meskipun demikian aku sangat menantikan upacara bendera. Buatku upacara bendera adalah suatu hiburan tersendiri. Kalau kamu jeli banyak momen-momen lucu yang terjadi selama upacara berlangsung, yang paling sering adalah grogi.

Tiap orang punya gaya groginya masing-masing. Termasuk pemimpin upacara pada saat itu. Aku lupa namanya, pas itu aku masih SMA kelas XI dan pemimpin upacaranya kakak kelasku, kelas XII. Badannya tinggi semampai –dalam arti sesungguhnya, bukan semeter tak sampai. Tegap, langkahnya gagah, agak item-item dekil gimana gitu…tapi manis. Keren deh pokoknya.saat masnya itu sudah berdiri di tengah lapangan, entah mengapa kaki kanannya gemeteran. Kenceng banget, sampe kliatan kalo celananya juga ikut goyang-goyang. Grogi berat nih masnya. Nah, peserta upacara yang tau pasti ketawa dong, tapi ya nggak vulgar agak ditahan gitu ketawanya meskipun dalam hati sebetulnya udah ngakak sambil gulung-gulung. Hahahaha aku curiga nih, kalau lebih lama lagi masnya ini berdiri bisa-bisa nggak Cuma gemeteran aja langsung goyang malahan. Goyang dangdut. Hahaha, habisnya pas Pembina udah di mimbar itu gemeterannya semakin parah. Bahkan udah menjalar ke pantat. Dan kami yang dibelakangnya, cengengesan lah. Pemimpin upacaranya goyang dangdut, trus tiba-tiba ada yang guling-guling sambil teriak-teriak ke tengah lapangan. Langsung deh, bubar! Lha dua-duanya kesurupan sih. Hahahaha.

Jangan kamu kira, lantaran aku seneng upacara terus aku orangnya tertib banget gitu? Nggak. Kadang aku juga ngelanggar aturan sih. Seperti, menyusup ikut barisan kelas lain biar bisa becanda sama temen, terus dijewer wali kelas sambil digeret menuju barisan yang seharusnya. Ya, iyalah niat nyusup tapi baris paling depan ya langsung ketahuan. Nggak bawa topi, terus ikutan baris sama tim paduan suara, pas nyanyi ternyata fales, ketahuan deh gadungannya trus akhinya dihukum sama pelatih pelatih paduan suaranya. Jadi komentator jalannya upacara, sambil bisik-bisik tentunya. Segala macam kejadian di lapangan nggak luput dari komentar-komentar jenaka, kadang saking lucunya nggak sadar kelepasan ngakak, kena jewer lagi sama guru yang tugas di belakang. Aku kok sial banget ya? Ketahuan mulu. Satu lagi, dan mungkin kamu juga melakukannya, yaitu bertepuk tangan ketika Pembina upacara selesai member amanat. Bukan karena isi amanatnya tapi lebih karena ‘alhamdulillah sudah selesai’ hahahaha, nggak peduli amanatnya yang jelas kami seneng banget kalau itu sudah selesai. 

Tapi untuk momen pengibaran bendera. Aku nggak berani ngebecandain. Itu adalah momen sacral yang keknya aku bakal kualat kalo dibikin guyonan, toh kalo pas pengibaran aku malah nggak bisa ngomong. Pengennya ngasih penghormatan aja sambil menikmati lagu ‘Indonesia Raya’ dan nggak jarang aku ngrasa merinding atau dalam upacara-upacara tertentu bisa sampe nangis terharu. Saking cintanya kali ya sama Indonesia? –tu kan, Indonesia aja aku cintai apa lagi kamu? Hoi sadar hoi! #lhoh

Hahaha, seneng deh pokonya sama upacara bendera dan segala hal yang berkaitan dengan sekolah. Makanya sampe sekarang aku nggak pengen jauh-jauh dari sekolahan. Bahkan sampe aku udah kerja pun di sekolahan. Suka, duka, sebel, gemes, geli, kadang juga capek sih, cuman yaaaaa….nggak apa-apa sih yang penting aku di sekolahan. 

Sekian, met malam minggu kamu…
 

Malam Minggu Nikken Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates