Tampilkan postingan dengan label Absrud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Absrud. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Februari 2016

Komunitas Jomblo di Sebuah Kondangan

Diposting oleh Derek Saputri di 05.14 0 komentar

Aku emang dateng bareng Jomblo, tapi nggak semua yang ada di foto itu jomblo.
Kondangan ato dateng ke acara nikahannya orang merupakan momok menakutkan bagi sebagian besar kaum jomblo. Aku nggak nuduh lho ya, tapi emang kenyataannya seperti itu kok. Hal yang paling ditakuti adalah pertanyaan “Kapan nyusul?” setelah itu terjadilah momen krik-krik, krik-krik.
Tapi itu semua nggak bakalan terjadi kalo kamu ngikutin tips-tips dari aku. Apa lagi kalo bukan “Tips Pergi Kondangan buat Jomblo” hal ini udah pernah aku bahas sih beberapa waktu yang lalu di salah satu postingan. Nah kali ini bakal aku ulas lagi.

Ceritanya, tadi sore aku dateng ke nikahan temen SMA. Kamu tau kan, aku jomblo? Jomblo yang rapuh, jomblo yang rentan galau, jomblo yang gampang baper. Biarpun demikian tidak menyurutkan niatku memenuhi undangan temenku itu. Aku ajak aja beberapa teman yang senasib dan seperjuangan. Sama-sama jomblo dan sama-sama masih berjuang untuk mendapatkan jodoh.

Banyak yang keuntungan yang bisa kita dapat ketika datang ke acara kondangan bersama dengan jomblo.

Satu. Kamu nggak akan minder dengan status sosialmu -Jomblo maksudnya. Karena kalian berada distrata yang sama. Sama-sama jomblo.

Dua. Kamu nggak perlu takut nggak punya temen ngobrol. Ngobrol dengan orang yang memiliki latar belakang yang sama –sama-sama jomblo tentunya akan terasa lebih mengasikkan. Karena diantara kalian sudah ada saling pengertian jadi nggak akan saling menanyakan “Kapan nyusul?” Kalaupun ada itu hanya menjadi sedaugurauan saja. Saat itulah kamu menyadari bahwa pertanyaan “Kapan nyusul?” tidak semenakutkan film Insidius yang ada hanyalah gelak tawa tanpa henti di komunitasmu.

Tiga. Kamu nggak perlu jaim yang berlebihan. Orang yang udah punya pasangan, cenderung jaim apalagi ketika berada di tempat umum. Selalu ingin terlihat seperti pasangan sempurna. Romantis, penuh cinta, dan....apa lagi ya? Ya pokoknya gitu deh, jadi tiap gerakan jangan sampai menimbulkan hal-hal yang memalukan. Kalau kamu dalam komunitas jomblo, nggak perlu kek begituan. Ngakak rame-rame, bolak-balik ambil makanan, foto selfie sama penganten, it's ok. 

Empat. Kamu nggak perlu takut terintimidasi dengan tamu lain yang sudah berpasangan. Kadang yang sudah berpasanganpun hidupnya juga belum tentu bahagia. Sama kan, kek hidup kamu. Kamu jomblo (aku juga sih) kadang sedih tapi ada kalanya bahagia. Nggak perlu iri sama orang yang udah punya pasangan, entah itu suami, istri, pacar, TTM, kakak-adikkan atau apapun itu. Dengan jomblo pun kamu tetap bisa bahagiakan?

Asal jangan sampe terlena akhirnya lupa nyari jodoh. Suatu saat kita bakal ketemu kok dengan jodohnya masing-masing. Jodoh udah ditentukan kok sejak lahir. Perihal kapan bertemunya itu soal waktu dan kejelian kita dalam melihat seseorang. Apakah dia jodohku atau bukan. Hehehehe.


Yang ini sahabatku. Dia nitip promo, entah apa yang dipromoin. Batiknya kali, barik khas Demak lho itu. Baguskan?

Dia masih jomblo sama kek aku. Beberapa orang bilang, kok kalian nggak jadian sih? kan sama-sama jomblo, udah deket juga.

Hahaha, iya juga ya? tapi sejauh ini dia masih asik dijadiin sahabat buat diajak bikin onar di acara kawinan orang.

Dan, acara-acara lainnya. Hehehehehhehe

Met malam minggu gaes!!!

Sabtu, 14 November 2015

Upacara Bendera

Diposting oleh Derek Saputri di 05.35 0 komentar

Ini adalah foto pas kelas XII sebelum mengikuti upacara bendera yang terakhir sebagai anak SMA
Bendera dibentangkan, petugas berteriak “Bendera Siap!” yang kemudian disambut dengan aba-aba penghormatan dari pemimpin upacara “Kepada Bendera Merah Putih, HORRRMMAAATTT GRAAAAKKK!!!” lagu kebangsaan mengalun sang Dwi Warna naik perlahan dengan anggunnya disaksikan oleh seluruh peserta upacara yang hidmad memberi penghormatan. 
 
Sumpah deh aku kangen banget sama upacara bendera. Bagi kebanyakan anak sekolah upacara dianggap sebagai rutinitas yang membosankan. Harus berdiri, menahan panas matahari, harus berpakaian lengkap lagi. Lupa bawa topi? dihukum. Sepatu nggak hitam? juga dihukum. Dasinya ketinggalan? Apa lagi? pasti dihukumlah. Guling-guling di lapangan tanpa alasan sambil teriak-teriak? Upacara bubar, disangkanya kamu kesurupan. Hahahaha.

Sebeneranya sih, aku nggak jauh beda sama anak sekolah pada umumnya. Yang namanya harus berdiri di lapangan, kepanasan dan harus anteng, bosen juga kali ya… tapi asal kamu tahu, meskipun demikian aku sangat menantikan upacara bendera. Buatku upacara bendera adalah suatu hiburan tersendiri. Kalau kamu jeli banyak momen-momen lucu yang terjadi selama upacara berlangsung, yang paling sering adalah grogi.

Tiap orang punya gaya groginya masing-masing. Termasuk pemimpin upacara pada saat itu. Aku lupa namanya, pas itu aku masih SMA kelas XI dan pemimpin upacaranya kakak kelasku, kelas XII. Badannya tinggi semampai –dalam arti sesungguhnya, bukan semeter tak sampai. Tegap, langkahnya gagah, agak item-item dekil gimana gitu…tapi manis. Keren deh pokoknya.saat masnya itu sudah berdiri di tengah lapangan, entah mengapa kaki kanannya gemeteran. Kenceng banget, sampe kliatan kalo celananya juga ikut goyang-goyang. Grogi berat nih masnya. Nah, peserta upacara yang tau pasti ketawa dong, tapi ya nggak vulgar agak ditahan gitu ketawanya meskipun dalam hati sebetulnya udah ngakak sambil gulung-gulung. Hahahaha aku curiga nih, kalau lebih lama lagi masnya ini berdiri bisa-bisa nggak Cuma gemeteran aja langsung goyang malahan. Goyang dangdut. Hahaha, habisnya pas Pembina udah di mimbar itu gemeterannya semakin parah. Bahkan udah menjalar ke pantat. Dan kami yang dibelakangnya, cengengesan lah. Pemimpin upacaranya goyang dangdut, trus tiba-tiba ada yang guling-guling sambil teriak-teriak ke tengah lapangan. Langsung deh, bubar! Lha dua-duanya kesurupan sih. Hahahaha.

Jangan kamu kira, lantaran aku seneng upacara terus aku orangnya tertib banget gitu? Nggak. Kadang aku juga ngelanggar aturan sih. Seperti, menyusup ikut barisan kelas lain biar bisa becanda sama temen, terus dijewer wali kelas sambil digeret menuju barisan yang seharusnya. Ya, iyalah niat nyusup tapi baris paling depan ya langsung ketahuan. Nggak bawa topi, terus ikutan baris sama tim paduan suara, pas nyanyi ternyata fales, ketahuan deh gadungannya trus akhinya dihukum sama pelatih pelatih paduan suaranya. Jadi komentator jalannya upacara, sambil bisik-bisik tentunya. Segala macam kejadian di lapangan nggak luput dari komentar-komentar jenaka, kadang saking lucunya nggak sadar kelepasan ngakak, kena jewer lagi sama guru yang tugas di belakang. Aku kok sial banget ya? Ketahuan mulu. Satu lagi, dan mungkin kamu juga melakukannya, yaitu bertepuk tangan ketika Pembina upacara selesai member amanat. Bukan karena isi amanatnya tapi lebih karena ‘alhamdulillah sudah selesai’ hahahaha, nggak peduli amanatnya yang jelas kami seneng banget kalau itu sudah selesai. 

Tapi untuk momen pengibaran bendera. Aku nggak berani ngebecandain. Itu adalah momen sacral yang keknya aku bakal kualat kalo dibikin guyonan, toh kalo pas pengibaran aku malah nggak bisa ngomong. Pengennya ngasih penghormatan aja sambil menikmati lagu ‘Indonesia Raya’ dan nggak jarang aku ngrasa merinding atau dalam upacara-upacara tertentu bisa sampe nangis terharu. Saking cintanya kali ya sama Indonesia? –tu kan, Indonesia aja aku cintai apa lagi kamu? Hoi sadar hoi! #lhoh

Hahaha, seneng deh pokonya sama upacara bendera dan segala hal yang berkaitan dengan sekolah. Makanya sampe sekarang aku nggak pengen jauh-jauh dari sekolahan. Bahkan sampe aku udah kerja pun di sekolahan. Suka, duka, sebel, gemes, geli, kadang juga capek sih, cuman yaaaaa….nggak apa-apa sih yang penting aku di sekolahan. 

Sekian, met malam minggu kamu…

Sabtu, 31 Oktober 2015

"Selamat Malam, Selamat....."

Diposting oleh Derek Saputri di 06.05 0 komentar
Yay!!! Malam minggu lagi. Ouhhh yeeeee!!!
Aku tuh ya orangnya slalu excited banget kalau malam minggu. Tahu sendiri kan ya, anak muda kekinian getooohhh!!! (cara pengucapannya kek Yuki Kato lagi ngomong). Jadi habis pulang sekolah, di rumah aku langsung melaksanakan semua kewajibanku, seperti nyuci, bersih-bersih, cuci piring dan kawan-kawannya. Jadi anak gaul yang rajin bantu pekerjaan rumah boleh dong.

Semua pakaian kotor aku masukkan ke mesin cuci, setelah itu biarkan mesin yang bekerja. Nggak usah ditungguin biasanya kalo udah kek gitu mesin cucinya asik sendiri nggak mau diganggu. Jadi kalau kamu mau curhat sama dia waktunya nggak tepat. Upas, ketahuan deh curhatnya ke mesin cuci. Xixixixi

Setelah semuanya beres. Cucian, piring, lantai dan semuanya saatnya untuk bobok manis. Nggak pengen dong masak malam minggu jam 9 udah menguap. Hemmmm, nggak banget deh. Jangan lupa sebelum bobok maskeran dulu biar pas bangunnya langsung bersinar. Hehehe, kek piring habis dicuci pake sunlight jadi bersir bersinar. Hohohoho

Bangun-bangun udah jam 5. Handuk aku ambil dan tak ada lagi tempat yang ingin aku tuju kecuali kamar mandi. Ya iyalah, kemana lagi? Masak ke warung? Ini demi suksesnya acara malam mingguku yang udah aku tunggu seminggu lamanya. Siram sana, siram sini, sabun sana, sabun sini, siram-siram lagi dan selese. Mandinya sih cepet, milih bajunya yang lama. Ini nih, salah satu kendalaku kalau mau pergi. Aku tuh, suka bingung kalau harus milih baju. Bagus semua…. Huhuhuhu!!! Tapi akhirnya aku memutuskan dress pink yang aku pilih. Sebenernya sih cuma baju terusan aja, lebih mirip daster malahan. Tapi biar keren aku sebut dress aja. Biar kekinian.

Penampilah udah kece badai nih, maksimal kerennya. Siap buat malam mingguan. Jangan ditanya sama siapa, ntar ketahuan kok diakhir cerita. Makanya baca ceritanya sampe habis.  Sekitar jam 7an aku berangkat. Sampai lokasi, aku langsung disapa dengan ramah sama mas-mas yang nggak aku sangka-sangka bakal menyapa. Sambil senyum dia bilang “Selamat malam…” apa? Selamat malam? Meleleh aku, dia adalah orang pertama yang bilang gitu ke aku. Ketahuan kan, berapa lama aku nggak dapet ucapan kek gitu? Terus masnya tadi nglanjutin “Selamat berbelanja…” sambil ngasih  keranjang belanja ke aku. Ohhhhh, so sweeeetttt. Manis banget… senyumnya itu lhooooo, tambah lesung pipi pula pollll manisnya. Aaaaaaa, mau ini aja yang dibawa pulang. Hehehehe…

Selese ngambil barang-barang yang aku butuhin aku ke kasir. Aduuuhhh, ketemu  mas yang tadi lagi. Jadi salah tingkah lagi nih. “Mau tambah apa lagi mbak?” ditanya kek gitu pengen banget aku jawab “Tambah dianter sampe rumah boleh mas?” hehehe. Namun apa daya, angan biarlah menjadi angan. Selesai transaksi, terakhir masnya bilang “Terimakasih, selamat berbelanja kembali” sumpah aku meleleh banget. Itu artinya masnya pengen aku balik lagi. Pastinyalah aku bakal sering balik lagi kesitu. Biar ketemu masnya terus, soalnya mas Cuma mas-mas minimarket aja yang setia ngasih ucapan selamat malam. Ohhhh, so sweeetttttt….. apa lagi lesung pipinya….*
Ini bukti kalo aku ke cuma ke minimarket malam minggu ini, biar dapet ucapan "Selamat Malam" doang.
*Klarifikasi sebentar ya, jadi memnag bener malam minggu ini aku cuma ke minimarket deket rumah. Iya, ketemu sama mas-mas minimarket yag cakep. Sebenarnya semua kejadian yang aku ceritakan biasa aja. Yah karena udah jomblo akut dan terdeteksi baperan jadi terkesan lebay ceritanya. Yaaahhh, tapi semua itu terjadi beneran kok. Hehehehehe…. Besok balik lagi ah kesana. Ups!!!

Sabtu, 08 Agustus 2015

Tutorial Bikin Dubsmash

Diposting oleh Derek Saputri di 07.38 0 komentar
Adik ya mirip abangnya lah ya..... :D
Aku yakin ketika aku muncul malam ini, kamu pasti bawaannya pengen nglempar sepatu ke aku. Nah kan, tu udah mulai membidik… mana yang dipegang sepatu hansip pula. Stop boy, stop! aku bisa jelasin semuanya. Ini nggak seperti yang kamu kira, aku bisa jelasin semua. Please! beri aku kesempatan bicara! Semenit aja! –Kok malah kaya habis kegep pacar lagi selingkuh ya

Oke lahhhh, apapun itu aku minta maaf. Hampir sebulanan mungkin ya, nggak berbagi cerita sama kamu. Jadi kamu semakin kesepian deh di malam minggu. Makanya cari pacar atuh, biar ada yang nemenin pas malam minggu. Xixixixixi kaya yang nulis udah aja… Hahahaha udah dong!!!! –Ohhhhh jadi ini yang nyebabin jadi absen nulis gara-gara udah punya pacar tow?

Ups, keceplosan. Iya deh aku ngaku emang udah beberapa bulan ini aku pacaran. Siapa orangnya nggak perlu aku ceritain di sini kan ya….? Jujur yang aku rasain selama pacaran aku malah jadi nggak produktif nulis. Padahal aku juga nggak tiap hari sama cowokku, secara kami terpisah ruang dan waktu. Hehehe semacam LDR-an gitu. Telpon dan BBM juga nggak tiap saat, hanya di jam-jam tertentu aja sih. Cuman entah kenapa hasrat ingin menulis itu susah banget untuk dimunculkan. Dan hari ini, dengan sekuat tenaga, tetes keriangat dan air mata serta perjuangan tanpa henti dan tak lupa doa dari orang tua –Apaan sih ini? Hehehe akhirnya aku paksa-paksain deh menulis. Bukan berarti postingan mala mini aku buat dengan keterpakasaan ya, semangat berbaginya masih sama, cuman kemauan untuk menulisnya aja yang harus sedikit dipaksa supaya tulisan ini terealisasi meskipun, tetep nggak jelas arah juntrungannya. Ceritanya aja juga nggak jelas. Tapi herannya masih ada yang mau baca. Emang ada yang mau baca? Hehehehe, ada ataupun nggak aku tetep bakal ngurusin blog ini.

Malam ini aku pengen ngomongin tentang dubsmash. Tau dong, lagi ngetren nih sebulanan terakhir ini. Artis-artis seakan berlomba membuat video lipsingan ini dan di upload di media sosial biasanya sih instagram. Dan asal kamu tahu, luuuucccuuuuuuu banget. Biasanya sih aku suka nonton punyanya The Kartika Putri atau kalau nggak ya punyanya Kakak Cika Jesika. Sumpah mereka top banget. Lucu dan pastinya sangat kreatif. Videonya sih nggak lama, paling maksimal 15 detik. Tapi sumpah deh, bikin ketawa nggak berhenti-henti. Sampai jumpalitan gitu, guling-guling di jalan dan apesnya tiba-tiba pada nggak kenal sama aku. Malu kali ya, punya temen gila. Hehehe 

Cara bikinnya juga gampang banget. Kamu Cuma perlu download aplikasinya di playstore. Searc aja DUBSMASH, terus di install. Di situ udah banyak suara dubingan-dubingan gitu yang lucu-lucu deh pokoknya. Nah kamu tinggal pilih salah satu habis itu rekam deh muka kamu, ingat kamu cuman perlu nggerakin mulut kamu sesuai dengan suara yang kamu pilih tadi dan jangan lupa di sertai dengan ekspresi dan gaya yang meyakinkan, jadi nggak setengah-setengah hasilnya. Total aja.

Nah, Ini nih hasil dubsmashku hari ini… cek this out yaaahhhh… Oh iya jangan lupa follow instagram aku juga di @nikken_derek

Tadinya pengen aku unggah tersendiri tapi, apa daya ternyata jaringannya tidak mengizinkan, ya sudah langsung klik link ini aja yaaaaaa.....



Sabtu, 14 Februari 2015

Pe De Ka Te

Diposting oleh Derek Saputri di 06.01 0 komentar
Takut nih, jangan-jangan setelah aku teriak ‘Hai’ kamu bakal nimpuk aku. Iya deh, iya aku yang salah. Makanya malam minggu ini aku bakal tebus kesalahanku itu. Apa kamu bilang? Nggak semudah itu? Iya sih emang terlalu lama aku absen tiap malam minggu. Bukan karena aku udah punya pacar, statusku masih sama seperti postingan yang terakhir. Jomblo. Jomblo yang maksa kece.
Seperti biasanya malam minggu kali ini aku habiskan di rumah. Setia dengan Jeni, laptop merah muda pemberian ibu. Bercengkrama bersama tuts-tuts keyboardnya sambil ikut bersenandung mengikuti nada dan irama yang keluar dari winamp. 

Dengan menahan sedikit kantuk, lantaran jam tidur siangku sukses dirampas teman-temanku yang mengajakku berpikir satu sore tadi. Hooooaaae mmm!!!! Tu kan nguap lagi. Okelah, dari pada ujug-ujug nggak sadarkan diri langsung aku certain aja pengalaman anehku seminggu ini. Semua berhubungan dengan pendekatan alias ‘PDKT’.

Biarpun aku jomblo udah lama tapi tetep lho ada yang ng-pdkt-in. jadi kamu jangan ngira aku jomblo gara-gara nggak ada yang naksir. Ada dong, tapi kadang nggak kebeneran aja.
Cowok khilaf yang pertama, sebutlah De (nyrempet nama aslinya). Aku kenal dengan De sekitar dua tahun yang lalu. Saat itu lagi ada tugas kuliah buat film, nah De yang ngebantuin aku. Kalau diitung-itung intensitas bertemu dengannya nggak lebih dari lima kali. Pertama saat shooting. Terus pas filmnya jadi. Lalu pas aku minta file foto. Terakhir pas aku minta file filmnya. Udah setelah itu nggak tahu De ada di mana. 

Secara usia, De lebih tua. Sekitar setahu atau dua tahun gitu di atasku. Jika benar jadi pasangan, secara umur ideal, nggak seperti mantan-mantanku selama ini mereka selalu lebih muda. Ok, lupakan! Secara sikap, De orangnya baik, manis juga sih, lumayan bisa ngirit gula di rumah, cuman tampangnya serius mulu. Senyum aja senyum serius. Kamu tahu ka nada banyak macam senyum di dunia ini, lain kali aku bahas dalam postingan tersendiri. Nah, kalau De dia selalu menampakkan senyum formalitas. Cukup menarik beberapa otot pipi sedikit saja kemudian bibir terlihat agak melengkung seadanya. Nggak keliatan gigi, ekspresi mata juga nggak berubah tetep aja datar. Tapi pada dasarnya dia cakep.

Emang udah lama banget sih, aku tidak berinteraksi dengannya. Cuman dua bulan belakangan ini kami jadi rajin bbman. Tiap pagi, siang, sore dan malem (itu kalau dia nggak tidur duluan). Bahasan dalam bbm kami pun belum pernah sampai menyentuh hal-hal serius tertentu. Namanya juga chatting ya, jadi ya bawaannya dibuat becandaan.  Misal seperti ini,

De (D) ‘Laper kakak :D’
Aku (A) ‘Makan dong’
D ‘Makan apa?’
A ‘Apa ya?’
D ‘Enaknya apa ya?’
A ‘Apa hayoooooo?’
D ‘Ummmmm, Apa yaaaaa….’
A ‘Aaaaa, aku tahu!!!!’
D ‘Apa?’
A ‘Apa ya???’
D ‘Lhah, apa lho?’
…………..seterusnya masih dengan apa? Apa? Dan apa? Sampai batreku mati baru drama ‘apa-apaan’ itu berakhir. Biasanya kalau sudah begitu aku ke pojokan sambil nangis meratapi kondisi hp-ku. Hidup ini nggak adil. Lagi seru-serunya kenapa malah mati. Huhuhuhu…..
Apa? seru? Cuma ‘apa-apaan’ kaya gitu seru? 

Kamu pasti mikir kaya gitu kan? ya emang sih sama sekali nggak menarik, bahkan lebih menarik tali kolor babe gue. Tapi, kamu tau nggak sih ada sesuatu yang unik dalam obrolan bbm itu. Kami saling membalas dengan pertanyaan yang sama, karena apa? Karena kami tahu jika pertanyaan itu sejak awal dijawab dengan semestinya maka obrolan akan berakhir. Dengan kata lain ‘apa’ yang dibalas ‘apa’ merupakan usaha untuk memperpanjang obrolan. Meski tak berisi namun cukup menyenangkan.

Cowok yang kedua, namanya Ah (mendekati nama asli) seorang dari komunitas yang sama tapi berada di kota berbeda. Berawal dari ketertarikan beliau dengan buku yang aku online kan, kami ngobrol di fb. Lama-lama ngobrol usuran buku sudah tidak dibahas lagi mulai deh topiknya memuji foto profilku. Syukur Alhamdulillah aku dikaruniai wajah yang fotogenic alias cantik kalo di foto. Hehehe, apa lagi kalo kamera yang digunain kualitasnya bagus akan semakin bagus juga fotoku. Tapi jangan sekali-kali tanya aslinya. Sudah nggak usah di bahas.

Masih dalam chatroom fb, dia nanya aku udah punya cowok apa belum? Namanya siapa? Dan bla blab la bla….. sampai akhirnya dia minta nomor hp dan kami pun smsn. Aku bilang Ah terlalu cepat dalam pdkt. Bayangin aja dia langsung berani manggil sayang. Yang ada aku ilfill duluan. Jadi semu smsnya aku balas ala kadarnya. Beraharap ini segera berakhir. Tapi tetep aja Ah gigih meng-sms duluan. Bukannya nggak seneng sih, hanya saja ini terlalu cepet aja.

Lanjut cowok yang ketiga. Ini yang paling absurd dan sempet membuatku takut. Jadi nama cowok itu… ummm, dia nggak cowok ding? Hah? Bukan cowok, lalu?
Beliau lebih pas di panggil Bapak. Karena setelah aku baca profil fbnya, beliau seangkatan dengan Ayahku. Kamu jangan kaget dulu!!! Tenang, tenang….!!!

Jadi ceritanya begini. Aku dan bapak itu memang udah berteman dalam fb udah agak lama. Suatu pagi dia mengirim sesuatu di dindingku. Kek nyapa-nyapa gitu. Aku menfhormati beliau ya yang lebih tua jadi aku balas aja seperlunya. Lalu berlanjut deh, muali tanya aku udah kerja atau masih kuliah, anak ke berapa, rumahnya di mana… aku jawab seperlunya aja. Sampai pada akhirnya dia bertanya aku sudah punya pacar atau calon belum? Udah agak enak nih bahasannya kamu tahu kan maksudnya? Terakhir bapaknya nulis ‘jujur saya juga belum ada jodoh’

Jedaaarrr!!!!!! Bagai kesengat setrum raket listrik. Sungguh ini mengagetkan dan juga menakutkan. Membuat tangan kaki kesemutan, mata terbelalak dan mulut menganga tak percaya. Bisa-bisanya seorang yang seangkatan dengan Ayahku mengatakan ke aku? 

Tanpa komen lebih lanjut langsung ambil tindakan. Hapus. Oke semua berakhir. Nggak tahu deh, ini termasuk pdkt atau nggak, aku nggak mau ambil pusing. 

Tapi dari ketiga laki-laki di atas, yang membekas yang pertama sih. Sampai sekarang masih aja tuh betah dengan model bbman kaya itu. Hehehe, bahkan aku bisa lompat-lompat kegirangan hanya karena De mengirim pesan ‘udah maem?’ Uuuuaaaa!!!! Pertanyaan sederhana yang heboh efeknya. Hahahahaha…. Udah ah, aku mau bbman lagi.
Caw!!!!

Sabtu, 10 Januari 2015

Tali Sepatu

Diposting oleh Derek Saputri di 03.22 0 komentar


ini ilustrasi gambar tali sepatu

Kebanyakan nonton Raditya Dika akhirnya ketularan juga absurdnya. Nggak hanya dalam tulisan aja, bahkan sampai kehidupan sehari-hari. Mending kalau sama temen-temen deket, mereka udah maklum dengan segala tingkah laku keanehanku. Jadi sekali aku berulah paling mereka memalingkan muka dan pura-pura nggak kenal. Paling parah ya dilemparin kacang, kalau udah kaya gitu aku bisa loncat-loncat kegirangan. Parah kan? 

Siang itu di sekolahan sedang dilaksanakan latihan baris-berbaris. Sebagai guru yang sok-sokan peduli dengan siswanya, nemenin lah selama latihan berlangsung. Nyemangatin dari pinggir lapangan sambil bawa pom-pom trus teriak semangat berualang-ulang. Nyediain minum, ngelapin kringet, mijitin kalau capek, bawain tasnya dan….. stop!!! Berlebihan, aku Cuma ngliatin aja dari samping lapangan dan sesekali komentar gerakan-gerakan mereka yang salah.

Di dalam suatu sesi, Pelatihnya memberiku kesempatan kepadaku untuk ikut melatih. Jelas keputusan yang keliru. Aba-aba siap aja aku malah istirahat, hadap kanan malah jalan di tempat, hormat malah bubar jalan, selesai deh. Orang yang kaya gitu bakal melatih anak-anak? Semoga mereka nggak sampe terluka tertabrak bajaj. Amiin. Kan nggak ada bajaj ya? Angkot deh…
Beberapa gerakan sudah dipergakan, hadap kanan, hadap kiri, belok kanan, belok kiri, angkat teman, lempar kali dan masih banyak lagi. Ada salah satu siswa namanya Dion (bukan nama sebenarnya) yang berulang kali izin.

“Bu, izin” Dion nundhuk melihat ke arah sepatunya “mau benerin tali sepatu”
“Iya cepet!” perintahku sok berwibawa
“Selesai bu” Dion melapor dengan sikap sempurna “Boleh kembali ke barisan?”
Aku jawab dengan anggukan, tetap dengan sikap sok berwibawa yang naik dua kali lipat. Biar keren.
Latihan dilanjutkan. Prok, prok, prok, ….prok!!! suara derap kaki yang kompak dari gerakan langkah tegap maju cukup membuat semut-semut terpesona dan merelakan dirinya untuk terinjak. Tiba-tiba ada suara lagi.
 “Intrupsi bu!” Dion berteriak sambil tetap melaksanakan aba-aba “Tali sepatu saya lepas lagi”
“Henti!!! Grak!!!” aku menghentikan barisan “Cepet dibenerin”
“Siap!!!” secepat kilat Dion membetulkan tali sepatunya

Prosesi ikat sepatu selesai latihan dilanjutkan. Entah kenapa ada lagi yang berteriak untuk izin membetulkan tali sepatu. Kali ini bukan Dion lagi, tapi temannya yg lain. Satu selesai ada lagi yang izin, satu selesai ada lagi yang izin. Apa-apaan ini? Apakah para tali sepatu bersatu dan saling berkonspirasi untuk melepaskan diri dari ikatan? Jangan-jangan mereka semua hidup dan tak rela disatukan atau tiap-tiap ujungnya lagi marahan dan nggak mau sama-samaan.

Kemungkinan yang sangat rasional adalah tali sepatu itu sudah lelah dengan perlakuan siempunya. Mereka kesal tiap saat diperlakukan tidak layak, dilupakan bahkan tidak diperhatikan. Emang yang mau merhatiin tali sepatu siapa? Makanya dia sengaja melepaskan simpul supaya bisa melukai pemiliknya. Tali sepatu lepas, terinjak dan BLLLAAAAAKKKK!!! Jatuh deh. Ternyata tali sepatu bisa selicik itu. Aku nggak nyangka.

Makanya nih buat kawan-kawan, terutama yang punya sepatu yang bertali jangan sekali-kali mengabaikan keberadaan tali sepatu. Bendanya kecil sih, sepele tapi bermanfaat besar. Selain itu buat jaga-jaga aja, ternyata mereka mempunyai otak jahat untuk melukaimu makanya dibaik-baikin aja.
Ok, sekian cerita malam ini. Kalau kamu merasa nggak paham atau malah jadi pusing berarti normal. Ya begitulah tulisanku. Maaf ya…. By the way terimakasih sudah baca…

Sabtu, 06 Desember 2014

The Meaning of 24

Diposting oleh Derek Saputri di 07.58 0 komentar
Good night every one???? What’s up!!!
Gimana mas bro, mbak bro? apik-apik wae tow? *senyum lebar tanpa dosa
Apik-apik gundhulmu iku? Ning endi wae, blog ora tahu diurusi. Nganti akeh sawangen!!!
Ok, ok mas bro mbak bro. Sabar, sabar, tenang aku ngaku salah ncen wingi rada sibuk wae dadi ora sempet nyorat-nyoret blogku iki. Yah, aku paham kali dikau-dikau sudah terlalu merindukan saya jadi merasa kehilangan jika tak ada tulisanku yang terbaru. Ok, ok saya paham. Hihihihihi *padahal ora blas
Yap, as you know… Saiki, malem minggu kaya biasane apa meneh tow gaweyanku yen ora menyapa kamu-kamu semua. Membawa cerita yang selalu baru, up to date tentang segala apa yang aku alami selama seminggu ini. Nah, berhubung sudah terlalu lama nggak nulis berarti bakal banyak nih yang pengen aku share ke kamuuuuu…….
Ummmmm, okkkayyyy….. this is it “Malam Minggu Nikken-episode the meaning of 24”
Yups, hari ini 6 Desember 2014. Itu artinya besok adalah hari ulang tahunku yang…. Yang… ok ok yang ke 24 tahun. Hahahaha, udah tua ya??? Tapi menurutku masih muda belia. Yang seumuran harusnya elu setuju!!!
Yesss, any way,,, malam ini sambil nonton film Ada Apa dengan Cinta yang ditayangin di TV aku mencoba untuk mencari makna dari usiaku yang ke 24 ini. Kenape lu? Kagak ada pacar yang nemenin elu nungguin pergantian usia, makanya buat tulisan yang kagak jelas gini. Ihhhhh, nggak gitu juga kali yaaa, cuman pengen merenung, mengevaluasi, serta memaknai aja perjalanan hidupku. Bukankah orang hebat itu orang yang belajar dari kesalahannya? Hihihi *alibi
Yang aku rasain sih, ada banyak banget perubahan yang aku alami selama setahun ini. Dari yang awalnya pengangguran sekarang Alhamdulillah sudah punya pekerjaan tetap, ya meskipun tetep harus berjuang keras untuk bisa jajan lebih. Dari awalnya yang sukanya berantakan kamarnya sekarang emmmmm, masih berantakan juga…hehehe yang ini agak sulit berubahnya. Dari yang dulunya habis subuh tidur lagi sekarang langsung mandi dan berangkat sekolah. Dari yang dulunya sering dibikin stress sama anak-anak sekarang gantian jadi aku yang bikin anak-anak jadi stress *ehh!!!
Yang jelas banyak berubah lah. Harapannya sih jadi lebih baik, lebih dewasa, dan lebih bijaksana. Meskipun aku sadar aku masih jauh dari ketiga criteria tersebut. Aku belum baik-baik banget, masih seperti anak-anak, dan sepertinya untuk bijaksana sama sekali belum masuk kategori.
Kadang yang aku pikirin, sebetulnya dewasa yang gimana sih? Yang seperti apa? Sepakat deh kalo dewasa itu bukan berapa banyak umur kita tapi lebih pada pola pikir. Kalau remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa itu ada beberapa proses yang dilalui, salah satunya adalah reduplikasi atau meniru. Yang ditiru bisa idolanya, orang tua atau siapapun yang menurutnya baik untuk ditiru. Masa-masa itu adalah masa pencarian jati diri makanya sering meniru dengan maksud mencari mana yang cocok untuk dirinya.
Nah, kalau dewasa?
Suatu ketika, ada seorang cewek cantik, feminim, tutur katanya halus, baik, lelah lembut, bahasanya juga bagus,  Pasti deh dia dibilang dewasa banget. Sedangkan cewek yang nggak terlalu cantik, penampilan juga asal-asalan, kata-katanya asal nyeplos, selalu dicap sebagai abege labil. *Aku banget
 Woy!!!! Bukankah dewasa adalah saat kita tidak berusaha menjadi orang lain. Dewasa itu kata sifat, yang artinya kedewasaan seseorang nilainya relatif. Bergantung dari kacamata mana kita menilainya. Selama ini kita sering terjebak dalam indicator-indikator kedewasaan menurut khalayak umum, yang tak jarang malah menjadikan kita jadi orang lain. Tak bisa menjadi diri sendiri.
So, mulai saat ini jadilah dirimu sendiri. Tapi diri sendiri yang berkualitas. Bukan diri sendiri yang apa adanya. Maksudnya begini, misal saat ini kamu adalah orang yang malas dan selalu berantakan kamu nggak mau berubah dengan dalih “Kan jadi diri sendiri” kalau kamu udah positif sih nggak masalah. Namun, kalau kasusnya seperti ini kamu harus berubah. Ingat jadilah diri sendiri yang berkualitas.
Hihihihi…. Ngomongin apa sih aku malam ini? Wong rencana pengen mengartikan makna 24 tahun malah sampai sini. Oke deh, taka pa yang penting panjenengan sedaya sampun maos nganti pungkasan. Kula pun bungah sanget. :)
Okkkeee!!!!! Pareeenggggg!!!!
 

Malam Minggu Nikken Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | Illustration by Enakei | Blogger Blog Templates