![]() |
| wajar kalo jomblo (gini bentuknya) *ups* |
Sengaja cetak tebel, miring, dan bergasis bawah. Pegene sih
aku stabilo juga biar jelas dan cetha bahwa tema tersebut penting. Emang
sih udah banyak yang bahas tentang begituan, tapi dijami deh nggak bakalan habis
ceritanya. Bisa dibilang kalau jomblo itu adalah tema sepanjang mas dan tak
akan lekang oleh waktu. Huwoooooooo *nyanyi :P
Pengalam sebagai jomblo selama beberapa tahun ini akan aku
tumpah ruahkan di sini malam ini juga. Aku berharap bisa bermanfaat bagi kau
yang masih jomblo ataupun yang udah berpasanga supaya tidak selalu meremehkan
seorang jomblo. Camkan itu!!!
Anyway.....
Dalam kehidupan sehari-hari sering rasanya kaum jomblo
mendapat perlakuan tak adil. Apalagi jika dihadapkan dengan orang yang nggak
jomblo. Dibuat bahan becandaan lah, dijadiin obat nyamuk orang pacaran lah,
de-el-el. Seakan-akan mereka itu nggak selevel, helllooooowwww? Mas, mbak, om,
tante, apa iya level orang ditentukan sama jomblo ato nggak? Ha? Tuhan aja
nggak mbeda-bedain umatnya kenapa jenengan yang sama-sama umat malah
memandang sebelah mata?

